TUGAS ALGORITMA 01
1. Carilah masalah dalam suatu bidang tertentu,dan jabarkan proses tersebut dalam prosedur langkah demi langkah bagaimana kira-kira anda akan melakukannya dalam menyelesaikan masalah identifikasi input,proses dan outputnya!
Masalah: Mengurangi limbah makanan di kantin kampus
Tujuan: kurangi porsi yang terbuang tiap hari tanpa bikin teman-teman kelaparan, sambil menjaga biaya dan kepuasan pelanggan.
Input (apa yang perlu dikumpulkan dulu)
- Data jumlah porsi diproduksi per hari untuk tiap menu (mis. Nasi Goreng: 100 porsi).
- Data terjual per hari untuk tiap menu (mis. Nasi Goreng terjual 82).
- Data sisa/terbuang per hari (berapa porsi / berat yang dibuang).
- Harga pokok bahan per porsi (biaya).
- Waktu dan pola penjualan (jam sibuk, hari ramai sepekan).
- Preferensi/feedback pelanggan (menu favorit, keluhan porsi).
- Kapasitas penyimpanan dan durasi simpan bahan (masa kadaluarsa).
- Kebijakan distribusi sisa (bisa disumbang, dikompos, dll).
Proses langkah demi langkah (bisa dikerjakan manual/logika)
1. Tetapkan periode observasi — kumpulkan data harian paling sedikit 7 hari (lebih baik 14).
2. Catat setiap hari per-menu: porsi diproduksi, porsi terjual, porsi terbuang.
3. Hitung rata-rata penjualan tiap menu: (jumlah terjual selama periode) ÷ (jumlah hari).
4. Hitung waste rate tiap menu: (total porsi terbuang) ÷ (total porsi diproduksi).
5. Prioritaskan menu bermasalah: pilih menu dengan waste rate tertinggi dan/atau biaya bahan tinggi.
6. Analisis penyebab untuk tiap menu prioritas: overproduction, porsi terlalu besar, jam jualan tidak cocok, atau kualitas menurun. Wawancarai juru masak dan pelanggan singkat-singkat.
7. Rancang intervensi sederhana (uji coba selama 1–2 minggu):
8. Implementasi kontrol porsi dan komunikasi: pasang label “half-portion” di menu, informasikan ke pelanggan lewat spanduk kecil/wa grup kampus.
9. Catat hasil uji coba: ulangi langkah 2–4 setiap hari uji coba.:
10. Bandingkan metrik sebelum dan sesudah: lihat penurunan waste rate, perubahan pendapatan, dan kepuasan pelanggan.
11. Skalakan yang berhasil: buat SOP produksi baru (mis. target produksi per jam) dan terapkan di hari lain.
Output (hasil akhir yang diharapkan) Laporan sederhana: untuk tiap menu — rata-rata terjual, waste rate sebelum dan sesudah, estimasi penghematan biaya. Rencana produksi baru (SOP): jumlah produksi per jam/hari untuk tiap menu. Program operasional: jadwal diskon last-call, opsi half-portion, rute donasi/kompos. Penurunan nyata: target mis. kurangi limbah 30% dalam 1 bulan (angka target fleksibel).
Rumus dan metrik sederhana (mudah dihitung manual) Average Demand = (total terjual selama n hari) ÷ n. Waste Rate (%) = (total terbuang ÷ total diproduksi) × 100. Estimated Savings = (reduction in wasted portions) × (cost per portion). Contoh cepat (manual, gampang): Produksi sehari = 100 porsi; terjual = 82; terbuang = 18. Waste Rate = 18 ÷ 100 = 0.18 → 18% buangan. Kalau setelah intervensi buangannya turun jadi 9 porsi → waste rate 9% → pengurangan 9 porsi/hari × biaya per porsi = penghematan.
2. Renungkan apa saja alasan kenapa algoritma Anda dapat efektif? Dan sekiranya terjadi kebutuhan yang mengharuskan Anda untuk mengubah Inputnya, apakah prosedur - demi - prosedur yang Anda buat akan berubah secara keseluruhan? Jelaskan bagian mana saja dari prosedur yang perlu diubah?
Renungan Efektivitas dan Perubahan Input
Kenapa prosedur bisa efektif? Berbasis data nyata → langkah awal adalah observasi (produksi, penjualan, sisa). Artinya keputusan tidak spekulatif, tapi pakai bukti. Ada iterasi → bukan langsung drastis ubah sistem, tapi bertahap (turun produksi 10%, coba half-portion). Ini meminimalkan risiko pelanggan kecewa. Mudah dilakukan manual → prosesnya cukup catat angka harian, hitung rata-rata & waste rate. Tidak butuh teknologi canggih, jadi realistis untuk kantin kampus. Fleksibel → bisa diterapkan di menu apapun, karena prinsipnya sama: catat, evaluasi, kurangi waste. Menguntungkan semua pihak → biaya turun, pelanggan tetap puas, lingkungan lebih bersih. Efektivitas meningkat karena semua punya insentif mendukung.
Jika Input Berubah, apakah seluruh prosedur ikut berubah? Tidak, prosedur besar tetap sama (observasi → analisis → intervensi → evaluasi → iterasi). Yang berubah hanyalah detail perhitungan dan fokus analisis. Contoh: Input yang berubah: Misalnya selain jumlah porsi, kantin juga mulai mencatat berat makanan sisa di piring (food waste after serving). Bagian prosedur yang berubah: Langkah 2 (pencatatan data): selain catat porsi produksi/terjual/terbuang, tambahkan juga data berat sisa di piring. Langkah 4 (hitung waste rate): formula diperluas jadi dua indikator → waste di dapur (overproduction), waste di piring (portion too big). Langkah 6 (analisis penyebab): fokus analisis bisa bertambah, misalnya: ternyata porsi terlalu besar → solusi bukan hanya kurangi produksi, tapi juga tawarkan porsi kecil. Langkah lain tetap sama: intervensi, uji coba, evaluasi, iterasi.
3.Bagaimana Anda bisa memastikan bahwa algoritma yang Anda buat atau kembangkan tidak hanya efisien dan efektif tetapi juga adil dan transparan?,/P>
3.Bagaimana Anda bisa memastikan bahwa algoritma yang Anda buat atau kembangkan tidak hanya efisien dan efektif tetapi juga adil dan transparan?
au kembangkan tidak hanya efisien dan efektif tetapi juga adil dan transparan?,/P>Jawaban: Untuk memastikan algoritma yang dibuat tidak hanya efisien dan efektif, tetapi juga adil dan transparan, ada beberapa langkah: Gunakan data yang representatif → jangan hanya ambil data dari satu sisi (misalnya menu favorit saja), tapi kumpulkan semua data agar keputusan tidak bias. Jelaskan aturan secara terbuka → prosedur seperti cara menghitung waste rate, cara memilih menu prioritas, atau alasan mengurangi produksi harus bisa dijelaskan dengan bahasa sederhana ke semua pihak yang terlibat. Libatkan pihak terkait → ajak juru masak, pengelola kantin, dan mahasiswa dalam proses evaluasi supaya keputusan tidak berat sebelah. Catat semua perubahan dan hasil → transparansi terjaga jika ada bukti data sebelum dan sesudah penerapan prosedur. Evaluasi berkala → cek apakah langkah-langkah yang diambil adil untuk semua (tidak merugikan pelanggan tertentu atau membebani pekerja).
Komentar
Posting Komentar